Our Blog Details

Berkelana di Pasar Tertua Yogyakarta

Image Author : Arif L. Hakim

menyebut Yogyakarta, kita selalu melekatkan Kota Gudeg ini dengan sejarah dan budaya. Kuatnya ikatan antara Yogyakarta dengan sejarah dan budaya hampir tak terbantahkan saat melihat berbagai sisi aktivitas masyarakatnya, tak terkecuali saat membahas pasar.

Salah satu contoh pasar yang kental dengan nuansa sejarah dan budaya yang ada di Yogyakarta adalah Pasar Legi Kotagede. Pasar yang dulunya bernama Sargedhe ini konon dibangun pada abad ke-16 saat Ki Gede Pemanahan membuka lahan di Alas Mentaok sebagai imbalan dari Jaka Tingkir (Sultan Hadiwijaya) karena berhasil mengalahkan Arya Penangsang.

Menariknya, sebuah cerita mengatakan bahwa sebelum membangun area pemukiman ataupun keraton, Ki Gede Pemanahan justru mengembangkan pasar untuk masyarakat Mataram. Alasan kuatnya adalah dengan adanya pasar, maka interaksi manusia akan terjadi, sehingga denyut perekonomian melalui beragam transaksi akan berjalan.

Berikutnya lalu lintas barang, jasa, dan tentunya manusia akan berkembang. Langkah brilian ini kemudian berdampak pada keramaian wilayah Alas Mentaok yang kemudian dijadikan oleh Panembahan Senopati sebagai pusat kerajaan saat pertama kali menjadi Raja Mataram.

Jika menilik cerita permulaan berdirinya Pasar Legi di atas, maka pasar yang terletak di Jalan Mondorakan 172 B Kotagede, Yogyakarta ini sudah melewati waktu empat abad lamanya, empat kali masa penjajahan, dan telah menjadi saksi pergantian puluhan pimpinan Mataram. Ujian waktu telah dijawab oleh Pasar Legi yang telah membuktikan eksistensinya yang tak hanya menjadi tempat transaksi, tetapi juga sebagai wadah interaksi sosial dan budaya masyarakat Yogyakarta.

Arif L. Hakim Beragam jajanan pasar yang dijajakan di Pasar Legi Kotagede

Editor : Ni Luh Made Pertiwi F
Source Berita : Kompas.com